Intel Media News, PANDEGLANG.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Capaian Cek Kesehatan Gratis ( CKG ) mencapai 63,92%, capaian ini merupakan tertinggi se Provinsi Banten.
1. Apa tujuan utama dari Program CKG?
Tujuan utama CKG adalah deteksi dini berbagai masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM).
Dengan deteksi diawal mungkin, kita dapat melakukan pencegahan dan penanganan sebelum penyakit menjadi parah.
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan warga agar lebih sadar akan pentingnya gaya hidup sehat dan pencegahan.
Program Cek Kesehatan Gratis merupakan program nasional resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sesuai dengan astacita Presiden.
2. Siapa saja sasaran utama Program CKG?
Sasaran program ini mencakup seluruh siklus hidup warga Pandeglang, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah (SD, SMP, SMA), usia produktif, hingga lanjut usia (lansia).
Program ini diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang sudah memiliki BPJS Kesehatan maupun yang belum.
3. Jenis pemeriksaan kesehatan apa saja yang dilakukan dalam CKG?
Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok usia.
Secara umum meliputi :
a. Pemeriksaan tekanan darah.
b. Pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat.
c. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) meliputi berat dan tinggi badan untuk deteksi obesitas atau stunting.
d. Khusus untuk anak usia sekolah, kami juga memantau status gizi, kesehatan gigi, dan ketajaman indera.
4. Berapa jumlah warga di Kab. Pandeglang yang masuk dalam CKG?
Partisipasi warga terus meningkat secara signifikan. Sebagai gambaran, pada evaluasi minggu lalu capaian CKG di Kabupaten Pandeglang mencapai 63,92% capaian ini merupakan tertinggi se Provinsi Banten.
kami mencatat lebih dari 886.078 warga telah mengakses layanan ini secara reguler.
Angka ini melonjak tajam setelah kami menggencarkan program jemput bola ke desa-desa dan sekolah-sekolah, di mana untuk sektor pendidikan saja kami menyasar lebih dari 100ribu siswa di seluruh Pandeglang.
5. Apa target yang ingin dicapai dalam CKG?
Target kami adalah Universal Health Coverage dalam hal deteksi dini; di mana 100% warga Pandeglang memanfaatkan fasilitas CKG ini minimal satu kali dalam setahun (di tahun ajaran baru bagi siswa).
Kami ingin menurunkan angka kesakitan (morbiditas) dan mencegah lonjakan pasien yang dirujuk ke rumah sakit dalam kondisi penyakit yang sudah komplikasi.
6. Dari hasil CKG, mayoritas jenis penyakit apa yang mendominasi warga Pandeglang?
Dari skrining yang dilakukan, tren temuan masih didominasi oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).
Pada kelompok usia dewasa dan lansia Hipertensi (darah tinggi) dan Diabetes Mellitus (gula darah tinggi) adalah temuan tertinggi.
Sementara pada anak-anak usia sekolah, temuan didominasi oleh masalah kesehatan gigi (karies/gigi berlubang) dan beberapa catatan terkait status gizi anak.
7. Apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan CKG di lapangan?
Tantangan utama di lapangan antara lain :
a. Rendahnya minat/kesadaran awal: Banyak warga merasa dirinya sehat, sehingga enggan datang ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.
b. Faktor Geografis & Waktu :
Jarak tempuh menuju Puskesmas di beberapa wilayah pelosok Pandeglang cukup menantang, serta mobilitas warga yang sibuk bekerja di kantor, di ladang atau pasar saat jam operasional.
8. Bagaimana cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Program CKG?
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinkes Pandeglang melakukan strategi operasional :
a. Sistem Jemput Bola :
Kami tidak hanya menunggu di Puskesmas, tapi turun langsung ke desa-desa, Posyandu, dan sekolah-sekolah.
b. Integrasi Acara Menarik :
Kami memadukan layanan CKG dengan event yang disukai masyarakat.
Contohnya, kami menggelar CKG bersamaan dengan Bazar Murah di Kecamatan Cikedal atau acara peringatan HUT Pandeglang, HUT RI, HUT Polri, HUT TNI, HAN, Peken Jasindo serta tracing TB di 200an titik sasaran yang terbukti sukses menarik antusiasme ratusan warga.
c. Edukasi masif melalui media massa dan perangkat desa.
9. Bagaimana peran Puskesmas, kader, dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan CKG?
Ketiganya adalah pilar utama yang tak bisa dipisahkan :
- Pemerintah Daerah (Pemkab & Dinkes): Bertindak sebagai pembuat kebijakan, penyedia anggaran, penyiapan logistik (alat cek darah, reagen), serta melakukan monitoring pelaksanaan pelayanan.
- Puskesmas :
Menjadi ujung tombak eksekusi medis di lapangan. Tenaga kesehatan di Puskesmas bertugas melakukan pemeriksaan dan memberikan rujukan pengobatan lanjutan jika ditemukan indikasi penyakit.
- Kader Kesehatan (Posyandu/Posbindu) : Menjadi penggerak di akar rumput. Mereka sangat vital dalam melakukan pendekatan personal, mensosialisasikan jadwal, dan memobilisasi warga agar mau hadir ke lokasi pemeriksaan.
Demikian penjelasan dari kami tentang Program CKG di Kabupaten Pandeglang.
Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk terus membantu menyosialisasikan Program CKG ini agar warga Pandeglang semakin sehat dan produktif.
( Red ) Senin, 28 September 2026.
0 Komentar