Oleh : A.Purnama.
Mendayung sampan bersama mencapai tujuan adalah metafora yang kuat untuk menggambarkan pentingnya kerja sama tim, koordinasi, dan visi bersama dalam sebuah organisasi atau kelompok, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun konteks bisnis atau pemerintahan.
Kehidupan sering kali diibaratkan sebuah perjalanan di lautan luas, dan kita berada di dalam sebuah sampan atau perahu. Perahu tersebut melambangkan organisasi, tim, atau bahkan sebuah negara, sementara penumpangnya adalah individu-individu di dalamnya,Tujuan kita adalah mencapai daratan impian atau tujuan bersama yang telah ditetapkan.
* Visi dan Arah yang Sama.
Hal paling mendasar dalam mendayung sampan adalah arah. Semua pendayung harus menghadap ke arah yang sama (meskipun dalam olahraga dayung kompetitif mereka membelakangi arah gerakan, prinsip tujuannya tetap satu) dan memiliki tujuan tunggal. Jika ada yang mendayung ke arah yang berbeda, atau bahkan berlawanan, perahu akan berputar-putar di tempat, menghabiskan energi tanpa mencapai kemajuan yang berarti. Dalam konteks tim, ini berarti semua anggota harus memahami dan menyelaraskan diri dengan visi, misi, dan target organisasi.
* Pentingnya Koordinasi dan Irama
Mendayung membutuhkan ritme dan sinkronisasi. Dayungan yang tidak terkoordinasi akan membuat perahu miring, berjalan tidak seimbang, dan melaju lebih lambat. Diperlukan satu komando atau pemimpin yang memberikan irama, dan yang lain mengikutinya dengan disiplin. Dalam kerja tim, koordinasi yang efektif, komunikasi yang lancar, dan pembagian tugas yang jelas sangat penting untuk memastikan setiap upaya saling mendukung, bukan tumpang tindih atau bertentangan.
* Kontribusi Setiap Individu
Perahu tidak dapat berlayar dengan optimal jika hanya satu atau beberapa orang saja yang mendayung. Setiap individu, dengan peran dan dayungnya masing-masing, memiliki kontribusi krusial terhadap laju perahu. Bakat dan keahlian individu memang penting, tetapi kerja keras dan kontribusi kolektif akan mengungguli upaya solo yang tidak terkoordinasi. Setiap anggota tim harus mengambil tanggung jawabnya dan memberikan yang terbaik.
* Menghadapi Arus dan Tantangan
Perjalanan di lautan tidak selalu tenang. Akan ada gelombang, arus kuat, dan badai (tantangan, krisis, atau persaingan). Di sinilah kekompakan tim diuji. Dalam menghadapi rintangan, tim yang solid akan saling menguatkan, beradaptasi, dan bekerja lebih keras untuk menjaga perahu tetap pada jalurnya, alih-alih saling menyalahkan.
Kesimpulan :
Filosofi mendayung sampan mengajarkan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa kuat satu dayungan, melainkan seberapa padu dan terkoordinasi semua dayungan menuju satu tujuan.
Dengan visi yang sama, koordinasi yang baik, kontribusi penuh dari setiap anggota, dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan, tujuan yang paling sulit sekalipun akan dapat dicapai bersama-sama.
Pandeglang, 12 Januari 2026.
Pimpinan Perusahaan, Penanggung Jawab : A.Purnama,
Pimpinan Redaksi A.Purnama,
Penasehat : Usoy Suryaman, S.Pd.,M.Pd.
Pembina : Edi Rumana WSP, Mahrus Mahendra, Azizi, Sasa Suja'i.
Sekretaris/Admin/Bendahara/Editor/Marketing : Cindy Kartika
Humas : M.Agil Aditya.
Kaperwil NKRI : H.Imron
Kaperwil Banten : Ajat Sudrajat.
Liputan Banten : Riyan,
Kabiro Pandeglang : Ocim.
Kabiro Kab/Kota Serang : Acai S.
Kabupaten Pandeglang : Eva Muhaibah, Sudomo,
Kab/Kota Serang : Saipul, Saepul Bahri, Tardi, Anwar, Hendrik, Suwandi, Hasun-77.
Kota Cilegon :....
Kab. Lebak:......
Jakarta: Redaksi ( Tim )
Diterbitkan oleh PT. Intel Media News
0 Komentar