Intel Media News, PANDEGLANG.
Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menyelenggarakan kontes Ikan Mas Sinyonya bertempat di Mina Agrowisata Bukit Sinyonya, pada hari Kamis, tanggal 30 Oktober 2025.
Kontes Ikan Mas Sinyonya diikuti oleh pecinta Ikan Mas Sinyonya se-Provinsi Banten.
Ikan Mas Sinyonya termasuk ikan peninggalan zaman purba yang saat ini hampir punah keberadaanya.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, Desa Wisata Bandung menggelar Nusantara Sinyonya Festival di Mina Agrowisata Bukit Sinyonya.
“Kegiatannya akan berlangsung dua hari, mulai dari tanggal 30 Oktober 2025 pagi sampai tanggal 31 Oktober 2025, ada gebyar Sinyonya kontes dan gerakan memasyarakatkan makan ikan( Gemarikan )". katanya kepada awak media.Kamis.(30/10/2025).
Selanjutnya, Wahyu menjelaskan, ikan yang disediakan untuk Gemarikan sebanyak 200 kilogram.
“Jumlah pengunjung yang hadir di hari pertama dalam acara Nusantara Sinyonya Festival mencapai 1200 orang Dan bisa lebih apabila dijumlahkan dengan temen-temen peserta kontes Sinyonya, serta Insan Pers dan Kita akan adakan event. menurut rencana besok tanggal 31 Oktober 2025, kita akan adakan event budaya kaceran". Papar Wahyu.
Wahyu juga menambahkan, "Setiap tahun, pastinya akan ada event dan semuanya tidak akan terlepas dukungan dari stakeholder yang ada, Dukungan masyarakat, para pecinta Ikan Mas Sinyonya, para pembudidaya ikan Mas Sinyonya, diharapkan, Semua kontestan hadir, turut memeriahkan, Alhamdulillah, kegiatan ini mendapatkan banyak dukungan, hadir juga dari Anggota DPRD Propinsi Banten, Fraksi FKB, Komisi III, Hj.Rika Kartikasari, Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang, Iing Andri Supriadi dan Jajaran Porkopindo lainnya". kata Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, peserta kontestan Sinyonya Festival sendiri dari wilayah Provinsi Banten, Ada dari Tangerang, Cilegon, dari Serang dan dari Lebak juga.
“Ya, kalau Pandeglang sudah pasti, karena Pandeglang tuan rumahnya". kata Wahyu.
Pada kontes kali ini, untuk para juri ada dari akademisi, birokrat, dan praktisi.
“Birokrasi itu dari penyuluh perikanan, praktisi pembudidaya ikan dan dari akademisi juga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Anggota DPRD Banten Hj. Rika Kartika sari, mengungkapkan, mengelola obyek wisata itu harus sesuai dengan potensi.
“Nah kalau ini potensi, sepertinya bukan alam, tapi potensi wisata buatan". kata Rika.
Wisata buatan memang terkait dengan kreatifitas dan inovasi kepala desa yang bekerjasama dengan Pokdarwis,Terus dukungan penuh dari Pemerintah Daerah bisa juga dari stakeholder
"berkolaborasi, bersinergi dan mengelola obyek wisata, dibutuhkan atraksi di dalamnya, Event-event seperti ini akan mendatangkan wisatawan". Tutur Rika.
Festival ini adalah salah satu contoh menggerakkan wisata, ada keunikan di dalamnya yang perlu di support, dan ditopang, untuk mempromosikan tempat argo wisatanya.
“Memang kalau desa wisata, dukungannya bisa sarana pembangunan HOME STAY, Seperti adanya kolam-kolam nah....silahkan diusulkan ke Pemkab". Pungkas Rika.
( Red / OCM ).







0 komentar:
Posting Komentar