Header Ads Widget

Header ADS

Pentingnya Berperilaku ETHICS dalam kehidupan bermasyarakat.Oleh : Hafid Hertian,S.Sos., M.AP.


Intel Media News, Pandeglang.
Pentingnya Berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat adalah segala bentuk tindakan, Respons, atau Interaksi individu maupun kelompok yang terwujud berdasarkan nilai, norma, serta kebudayaan yang berlaku di lingkungan sekitar.

* Hakikat Perilaku Masyarakat Definisi : Merupakan hasil dari pengalaman, pola pikir, serta interaksi manusia dengan lingkungan sosialnya.

* Pengendalian Sosial : 
Diatur oleh norma, adat istiadat, dan hukum yang menjaga keselarasan antar individu.

Contoh Perilaku Positif dalam Masyarakat Gotong Royong : 
Kerja sama membersihkan lingkungan atau membantu warga yang kesusahan.

Tenggang Rasa : Menghormati tetangga yang berbeda keyakinan atau suku.

Taat Aturan : Mematuhi keputusan hasil musyawarah warga dan menjaga ketertiban umum.

Apakah etika .....?
Pada masyarakat di belahan dunia manapun, terdapat nilai-nilai dasar perilaku yang secara umum diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum,
Norma tersebut biasa disebut etika. 

Etika dalam arti sempit sering dipahami masyarakat sebagai sopan santun, Sedangkan etika secara umum/luas adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk. 

Etika merupakan suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar. 

Dengan kata lain, etika adalah kewaijban dan tanggungjawab moral setiap orang dalam berperilaku di masyarakat.

Secara etimologis, kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “Ethikos” yang artinya timbul dari suatu kebiasaan. 

Dalam hal ini etika memiliki sudut pandang normatif dimana objeknya adalah manusia dan perbuatannya. 



Masih banyak lagi pendapat para ahli, dapat disimpulkan etika merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan perilaku dan bersumber dari akal dan berbeda dengan norma-norma lainnya. Terdapat beberapa karakteristik etika yang membedakannya dengan norma lainnya. Adapun ciri-ciri etika adalah sebagai berikut:

Etika tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan.
Etika sifatnya absolut atau mutlak.
Dalam etika terdapat cara pandang dari sisi batiniah manusia.
Etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.
Dengan demikian, selain sebagai norma yang terlihat pada perilaku, etika juga harus melekat/dijiwai oleh manusia, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial/bermasyarakat dan di tempat kerja.

Apakah sekarang terjadi pergeseran etika?
Banyak orang berpendapat, saat ini terdapat krisis etika. 
Etika yang dianggap mulai luntur diantaranya norma-norma kesopanan yang lambat laun terasa berkurang dibandingkan dengan jaman beberapa dasawarsa yang lalu. 

Contoh pada masyarakat, Perubahan teknologi dan pembauran budaya dari berbagai daerah/negara juga bisa menjadi penyebabnya. 
Dulu saat kita bertemu yang lebih tua, secara spontan kita akan menundukkan kepala kita sebagai tanda hormat, Sekarang norma-norma lambat laun mulai berkurang, kalau tidak bisa dikatakan hilang.

Pergeseran tersebut sebenarnya tidak bisa disimpulkan sebagai penurunan kualitas etika. 

Di Indonesia sendiri etika bermasyarakat merupakan aturan tidak tertulis yang terdapat/melekat pada ajaran agama, adat istiadat, budaya daerah yang sangat beragam. 

Di jenjang pendidikan sekolahpun, etika tidak diajarkan secara khusus, tapi melekat pada beberapa mata pelajaran. 

Seharusnya tanpa perlu diajarkan, etika sudah menjadi jati diri pada pribadi manusia yang beragama yang hidup di tengah keluarga dan di tengah masyarakat, tanpa harus mempelajari norma-norma apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Pandeglang - Banten, 
13 Agustus 2026.
Oleh : Hafid Hertian,S.Sos., M.AP,
Kabid Pembinaan SMP,
DISDIKPORA Kabupaten Pandeglang.
( Red ).

Posting Komentar

0 Komentar