Header Ads Widget

Header ADS

* Merawat Api Nasionalisme *.Oleh : Juhendi - 88.


Intel Media News, KOTA SERANG.
Patriotisme Bukan Hanya Soal Angkat Senjata
Nasionalisme sering kali disalahartikan sebagai sekadar berteriak "Merdeka" setiap tanggal 17 Agustus atau merasa paling unggul dibandingkan bangsa lain. 
Padahal, di era kontemporer ini, jiwa nasionalisme dan patriotisme telah berevolusi. 
Ia tidak lagi menuntut kita untuk maju ke medan perang dengan bambu runcing, melainkan menuntut dedikasi, karya, dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa.
Patriotisme adalah cinta tanah air, sementara nasionalisme adalah kesadaran berbangsa. 

Keduanya adalah fondasi yang menjaga Indonesia tetap kokoh berdiri di tengah gempuran globalisasi. 

Lalu, bagaimana mewujudkan jiwa tersebut saat ini?
1. Bangga dan Menggunakan Produk Dalam Negeri
Nasionalisme paling sederhana dimulai dari dompet dan gaya hidup kita. Saat kita memilih membeli produk UMKM lokal dibandingkan merek impor, kita sedang menggerakkan roda ekonomi bangsa. Ini adalah bentuk patriotisme ekonomi yang nyata, membantu tetangga kita tumbuh, dan menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia.

2. Literasi dan Melawan Hoaks (Patriotisme Digital)
Patriotisme modern juga berarti menjaga ruang digital. Menyebarkan hoaks, adu domba, atau kebencian adalah tindakan "penjajahan" gaya baru yang merusak persatuan. Menjadi patriot berarti menjadi cerdas digital—memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan narasi positif tentang Indonesia.
3. Berprestasi di Bidang Masing-masing
Seorang guru yang mengajar dengan ikhlas di pelosok, atlet yang berjuang di gelanggang internasional, ilmuwan yang meneliti solusi bagi bangsa, hingga pelajar yang belajar dengan tekun—mereka semua adalah patriot. Nasionalisme adalah tentang memberikan yang terbaik dari diri kita untuk kemajuan bangsa.

4. Menjaga Persatuan dalam Keberagaman
Indonesia berdiri di atas fondasi Bhinneka Tunggal Ika. Menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya adalah wujud tertinggi dari jiwa nasionalisme. Ketika kita merangkul keragaman dan menolak rasisme, kita sedang menjaga nyawa Indonesia.

Patriotisme bukan warisan pasif yang didiamkan saja, melainkan api yang harus terus dinyalakan. Nasionalisme adalah komitmen untuk berbuat baik bagi tanah air, sekecil apa pun itu. 

Mari kita jadikan cinta tanah air sebagai energi untuk berkarya, agar Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi disegani di kancah dunia.
Bangsa ini tidak butuh kita untuk mati demi negara, tapi butuh kita untuk hidup dan berkarya demi negara.
KOTA SERANG - BANTEN, 17 Febuari 2026.












REDAKSI 

Pimpinan Perusahaan, Penanggung Jawab : A.Purnama, 
Pimpinan Redaksi A.Purnama,
Penasehat : Usoy Suryaman, S.Pd.,M.Pd.
Pembina : Edi Rumana WSP, Mahrus Mahendra, Azizi, Sasa Suja'i.
Sekretaris/Admin/Bendahara/Editor/Marketing : Cindy Kartika 
Humas : M.Agil Aditya.
Koordinator NKRI : Edi
Kaperwil NKRI : H.Imron
Kaperwil Banten : Ajat Sudrajat.
Liputan Banten : Eva muhaibah
Kabiro Pandeglang : Ocim.
Kabiro Kab Serang : Acai S.
Kabiro kota serang : 
Kabupaten Pandeglang : Sudomo, 
Kab/Kota Serang : Hendrik, Suwandi, Hasun (77)
Kota Cilegon :....
Kab. Lebak:......
Jakarta: Redaksi ( Tim )
Diterbitkan oleh PT. Intel Media News 






Posting Komentar

0 Komentar