Intel Media News, PANDEGLANG.
Generasi muda adalah tulang punggung sebuah bangsa, Masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi lebih pada kualitas manusia yang mengelolanya, Menciptakan generasi bangsa yang "hakiki", generasi yang unggul, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan, merupakan keharusan yang mendesak di tengah arus globalisasi.
Generasi yang hakiki bukan sekadar mereka yang pintar secara akademik, tetapi mereka yang memiliki kepribadian, akhlak mulia, pengendalian diri, dan jiwa nasionalisme yang tinggi.
Mengapa Harus Generasi yang "Hakiki"?
Minimnya integritas seringkali menjadi hambatan dalam kemajuan bangsa.
Kurang cerdas, dapat diperbaiki dengan belajar, namun kurang jujur atau krisis moral jauh lebih sulit diperbaiki.
Oleh karena itu, generasi yang hakiki adalah mereka yang memiliki keseimbangan antara
Kecerdasan Intelektual, Mampu menguasai teknologi dan inovatif.
Kecerdasan Emosional & Spiritual, Memiliki kejujuran, moral, dan akhlakul karimah.
Karakter Kebangsaan, Menjunjung tinggi nilai Pancasila dan persatuan.
Pilar Pembentukan Generasi Hakiki
Membangun generasi ini memerlukan sinergi dari berbagai pihak :
* 1. Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Luhur
Institusi pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Karakter bawaan harus dibentuk agar generasi muda tidak hanya pintar, tapi berwatak baik.
* 2. Keteladanan dan Pembiasaan
Pendidikan karakter tidak cukup dengan teori. Diperlukan contoh nyata dari orang tua, guru, dan pemimpin masyarakat. Pembiasaan perilaku jujur, sopan santun, dan kerja keras harus diterapkan di lingkungan keluarga maupun sekolah.
* 3. Penanaman Nilai Nasionalisme
Di tengah era 5.0, generasi muda harus dibentengi dengan semangat bela negara dan nasionalisme agar tetap mencintai tanah air meskipun terpapar globalisasi.
* 4. Pendidikan Agama dan Moral
Penyuluhan keagamaan sangat penting untuk membentuk Akhlakul Karimah (akhlak mulia). Generasi yang Rabbani atau Qurani diharapkan dapat melahirkan insan yang melakukan perubahan berdasarkan keimanan dan kebaikan.
Tantangan dan Harapan,
Tantangan utama saat ini adalah pengaruh negatif teknologi dan budaya asing. Namun, dengan kreativitas yang dimiliki generasi muda, tantangan ini dapat diubah menjadi peluang.
Generasi Z dan Alfa, yang mahir teknologi, perlu diarahkan untuk menjadi motor penggerak perubahan positif (Generasi Emas 2045).
*** Kesimpulan***
Menciptakan generasi bangsa yang hakiki adalah proses berkesinambungan, Dengan menyatukan kecerdasan, ketaatan beribadah, integritas, dan semangat kebangsaan, kita akan melahirkan generasi yang tidak hanya mampu bersaing secara global tetapi juga menjaga martabat bangsa.
Pimpinan Perusahaan, Penanggung Jawab : A.Purnama,
Pimpinan Redaksi A.Purnama,
Penasehat : Usoy Suryaman, S.Pd.,M.Pd.
Pembina : Edi Rumana WSP, Mahrus Mahendra, Azizi, Sasa Suja'i.
Sekretaris/Admin/Bendahara/Editor/Marketing : Cindy Kartika
Humas : M.Agil Aditya.
Koordinator NKRI : Edi
Kaperwil NKRI : H.Imron
Kaperwil Banten : Ajat Sudrajat.
Liputan Banten : Eva muhaibah
Kabiro Pandeglang : Ocim.
Kabiro Kab Serang : Acai S.
Kabiro kota serang : hasun - 77
Kabupaten Pandeglang : Sudomo,
Kab/Kota Serang : Hendrik, Suwandi
Kota Cilegon :....
Kab. Lebak:......
Jakarta: Redaksi ( Tim )
Diterbitkan oleh PT. Intel Media News
0 Komentar